English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Teknik Dasar Dan Istilah Pencak Silat 2

Author: Gudang Tips Dan Ilmu Pengetahuan // Category:

D. TANGKISAN
1. Tangkisan Tepis
Yakni tangkisan dengan menggunakan satu atau kedua telapak dalam tangan terbuka, arah gerakan dari dalam ke luar dan atas ke bawah.

2. Tangkisan Gedik
Yakni tangkisan dengan menggunakan satu lengan bawah dalam dengan posisi tangan mengepal, dengan lintasan dari atas ke bawah.

3. Tangkisan Kelit
Yakni tangkisan yang menggunakan satu lengan dengan telapak tangan (luar) terbuka, dan arah gerakan dari dalam ke luar atau sebaliknya

4. Tangkisan Siku
Yakni tangkisan yang menggunakan siku, dengan lintasan dari luar ke dalam.

5. Tangkisan Jepit Atas
Yakni tangkisan yang menggunakan kedua lengan yang menyilang (sudut persilangan lengan), arahnya dari atas ke bawah dan sebaliknya.

6. Tangkisan Jepit Bawah
Uraiannya sama dengan tangkisan jepit atas, hanya saja posisi tangan mengepal.

7. Tangkisan Potong
Yakni tangkisan yang menggunakan satu tangan dan lengan digerakkan ke samping bawah seperti gerakan memotong dengan kenaannya lengah bawah luar, dengan posisi tangan terbuka.

8. Tangkisan Sangga
Yakni tangkisan yang menggunakan satu lengan yang membentuk siku-siku dengan kenaannya lengan bawah luar dan gerakannya dari bawah ke atas, dengan posisi tangan mengepal.

9. Tangkisan Galang
Yakni tangkisan yang menggunakan lengah bawah dalam yang tegak lurus dengan tangan mengepal yang digerakkan ke samping dari luar ke dalam dan dari dalam ke luar.

10. Tangkisan Kepruk
Yakni tangkisan yang menggunakan kedua tangan mengepal dan tengan berbentuk siku-siku yang digerakkan ke bawah dengan kenaannya punggung kepalan tangan.

11. Tangkisan Kibas
Yakni tangkisan yang menggunakan kaki dan tungkai yang dikibaskan ke atau dari samping dengan kenaannya telapak kaki.

12. Tangkisan Lutut
Yakni tangkisan yang menggunakan gerakan lutut setinggi pinggang, dengan lintasannya dari dalam ke luar.

E. ELAKAN
Elakan yakni teknik hindaran yang dilakukan dengan memindahkan salah satu kaki (ke belakang atau ke samping) untuk mengubah posisi tubuh.

F. EGOSAN
Egosan, yakni teknik hindaran yang dilakukan dengan memindahkan kedua belah kaki untuk mengubah posisi tubuh. Baik ke samping maupun ke belakang.

G. KELITAN
Kelitan, yakni teknik hindaran tanpa memindahkan posisi kaki. Atau menghindar dengan hanya mengelitkan badan agar tidak terkena serangan lawan.

H. SERANGAN
1. Serangan Tangan
a. Pukulan Depan
Yakni pukulan yang lintasannya lurus ke depan, dengan titik sasaran atas, tengah dan bawah.

b. Pukulan Samping
Yakni pukulan yang lintasannya ke arah samping badan, posisi tangan mengepal.

c. Pukulan Sangkol
Yakni pukulan yang lintasannya dari bawah ke atas dengan kenaannya kepalan tangan terbalik ke sasaran kemaluan, ulu hati dan dagu.

d. Pukulan Lingkar
Yakni pukulan yang lintasannya melingkar dari luar ke dalam, titik sasarannya rahang dan rusuk. Posisi salah satu telapak tangan mengepal menghadap ke bawah dengan kenaan seluruh buku-buku jari.

e. Tebasan
Yakni serangan dengan menggunakan satu atau dua telapak tangan terbuka dengan kenaannya sisi telapak tangan luar, lintasan dari luar ke dalam atau dari atas ke bawah dengan sasaran muka, leher, bahu dan pinggang

f. Tebangan
Yakni serangan yang menggunakan satu atau dua telapak tangan terberbuka dengan kenaannya sisi telapak tangan dalam, lintasannya darl dalam ke luar atau darl tuar ke dalam dengan sasaran leher.

g. Sangga
Yakni serangan dengan dengan satu atau dua telapak tangan terbuka dengan kenaannya pangkal telapak tangan dalam, lintasannya dari bawah ke atas dengan sasaran dagu dan hidung.

h. Tamparan
Yakni serangan dengan menggunakan telapak tangan dalam yang ke lima jari tangannya merapat satu dengan lainnya, lintasannya dari luar ke dalam dengan sasaran telinga.

i. Kepret
Yakni serangan dengan menggunakan telapak tangan luar yang ke lima jari tangannya merapat satu dengan lainnya, lintasannya dari dalam ke luar atau bawah ke atas dengan sasaran muka dan kemaluan.

j. Tusukan
Yakni serangan dengan menggunakan jari tangan, dengan posisi jari merapat, arahnya lurus ke depan dengan sasaran mata dan tenggorokan.

k. Totokan
Yakni serangan dengan menggunakan tangan setengah menggenggam yang kenaannya ruas ke dua dari buku jari-jari, arahnya lurus ke depan dengan sasaran mata dan tenggorokan.

l. Patukan
Yakni serangan dengan menggunakan lima jan tangan yang menguncup (teknisnya sedikit ditarik ke belakang) dengan sasaran mata.

m. Cengkeraman
Yakni serangan yang menggunakan kelima jari tangan memcengkeram dengan lintasan luar ke dalam atau ke segala arah, sasarannya muka dan kemaluan.

n. Gentusan
Yakni serangan yang menggunakan sisi tengan bagian dalam dengan posisi telapak tangan mengepal, dengan sasaran leher dan pelipis.

o. Sikuan
Yakni serangan yang menggunakan siku tangan dengan lintasannya ke atas, bawah, depan, samping dan belakang.

p. Dobrakan
Yakni serangan yang menggunakan ke dua telapak tangan terbuka dengan sasaran dada

2. Serangan Kaki
a. Tendangan Lurus
Yakni tendangan yang lintasannya ke depan kenaannya pangkal jari-jari kaki bagian dalam, dengan sasaran kemaluan, ulu hati dan dagu.

b. Tendangan Tusuk
Yakni tendangan yang lintasannya ke depan dengan kenaannya ujung jari-jari kaki dengan sasaran kemaluan dan ulu hati.

c. Tendangan Kepret
Yakni tendangan ke arah depan dan samping dengan kenaan punggung kaki, sasarannya kemaluan.

d. Tendangan Jejag
Yakni tendangan ke depan yang sifatnya mendorong ke sasaran dada dengan kenaannya telapak kaki penuh.

e. Tendangan Gajul
Yakni tendangan dengan kenaannya tumit dari arah bawah ke atas, dengan sasaran ulu hati dan dagu.

f. Tendangan T
Tendangan T, yakni serangan yang menggunakan sebelah kaki dan tungkai, lintasannya lurus ke depan dan kenaannya pada tumit, telapak kaki dan sisi luar telapak kaki, posisi lurus, biasanya digunakan untuk serangan samping dengan sasaran seluruh bagian tubuh.
Tendangan T ada 3 macam yaitu :
# Tendangan T tumit
# Tendangan T Telapak Kaki
# Tendangan T Sisi Luar telapak Kaki

g. Tendangan Celorong
Yakni tendangan gejig dengan merebahkan badan dengan sasaran lutut dan kemaluan.

h. Tendangan Belakang
Yakni tendangan dengan menggunakan sebelah kaki dan tungkai, lintasannya lurus ke belakang tubuh (membelakangi lawan), dilaksanakan dengan melihat sasaran atau tanpa melihat, dengan sasaran seluruh bagian tubuh,

i. Tendangan Kuda
Yakni tendangan yang menggunakan dua kaki menutup atau membuka, lintasannya lurus ke belakang dengan sasaran seluruh bagian tubuh.

k. Tendangan Taji
Yakni tendangan yang menggunakan sebelah kaki dan tungkai dengan kenaan tumit, lintasannya ke arah belakang dengan sasaran kemaluan.

l. Tendangan Sabit (Kepret)
Yakni tendangan yang lintasannya setengah lingkaran, kenaannya punggung telapak kaki dengan sasaran seluruh bagian tubuh.

m. Tendangan Sabit (Jejag)
Yakni tendangan yang lintasannya setengah lingkaran, kenaannya pangkal jari telapak kaki dengan sasaran seluruh bagian tubuh.

n. Tendangan Baling
Yakni tendangan melingkar ke arah luar dengan kenaannya tumit luar dan posisi tubuh berputar, dengan sasaran seluruh bagian tubuh.

o. Tendangan Setengah Baling
Yakni tendangan melingkar ke arah luar dengan kenaannya tumit luar dan posisi tubuh tidak berputar dengan sasaran seluruh bagian tubuh.

p. Hentak Bawah
Yakni serangan yang menggunakan telapak kaki menghadap keluar, yang dilaksanakan dengan posisi badan direbahkan, bertujuan untuk mematahkan persendian kaki.

q. Tendangan Gejig
Yakni serangan yang menggunak sebelah kaki dan tungkai, lintasannya lurus ke samping ke arah persendian kaki/lutut,dengan tujuan mematahkan.

r. Sapuan Tegak
Yakni serangan menyapu kaki dengan kenaannya telapak kaki ke arah bawah mata kaki, lintasannya dari luar ke dalam bertujuan menjatuhkan lawan.

s. Sapuan Rebah (depan)
Yakni serangan dengan menyapu kaki lawan, sasaran betis bawah.

t. Sabetan
Yakni serangan menjatuhkan lawan dengan kenaan tulang kering ke sasaran betis dengan lintasan dari luar ke dalam.

u. Beset
Yakni serangan untuk menjatuhkan lawan dengan alat penyasar betis.

v. Dengkulan (lutut)
- Dengkulan Depan
Yakni serangan yang menggunakan lutut/dengkul sebagal alat penyerang, dengan sasaran kemaluan, dada dan pinggang belakang.
- Dengkulan Samping Dalam
Yaitu dengkulan dengan lintasan seperti busur dari luar ke dalam,
dengan sasaran ke arah dada.
- Dengkulan Samping Luar
Yakni dengkulan dengan lintasannya dari dalam ke luar dengan sasaran perut atau pinggang.

w. Guntingan
Yakni teknik menjatuhkan lawan yang dilaksanakan dengan menjepitkan ke dua tungkai kaki pada sasasan leher, pinggang atau tungkal lawan sehingga lawan jatuh.
Guntingan terdiri dari:
- Guntingan luar
- Guntingan dalam

3. Serangan Dengan Anggota Tubuh Lainnya
a. Tabrak
Yakni serangan jarak dekat yang menggunakan bahu dan badan sebagai alat penyerang.

I. KUNCIAN
Adalah suatu teknik untuk menguasai lawan atau membuat lawan tidak berdaya. Baik dengan menggunakan kaki, tangan ataupun anggota badan lainnya yang biasanya diawali dengan teknik tangkapan. Sasaran kuncian adalah seluruh bagian badan lawan yang merupakan celah kelengahannya. Misalnya leher, lengan, kaki, bahu dan lainnya.

J. BANTINGAN
Bantingan, adalah teknik menjatuhkan dengan mengangkat anggota tubuh lawan, yang diawali dengan teknik tangkapan atau kuncian.

Baca Selengkapnya......

Teknik Dasar Dan Istilah Pencak Silat ( 1 )

Author: Gudang Tips Dan Ilmu Pengetahuan // Category:

A. KUDA - KUDA
Kuda-kuda adalah teknik yang memperlihatkan sikap dari kedua kaki dalam keadaan statis. Teknik ini digunakan untuk mendukung sikap pasang Pencak Silat. Kuda-Kuda juga dipergunakan sebagai latihan dasar Pencak Silat untuk memperkuat otot-otot kaki.

#Ditinjau Dari Bantuknya, kuda-kuda dibagi menjadi tiga yaitu :
1. kuda-kuda ringan
Yakni sikap kuda-kuda dengan salah satu badan atau kedua kaki
menopang sebagian berat badan dan cenderung bersifat aktif.

2. kuda-kuda sedang
Yakni sikap kuda-kuda dengan kedua kaki menopang sebagian berat badan, bisa
bersifat aktif maupun pasif.

3. kuda-kuda berat
Kuda-kuda berat, yakni sikap kuda-kuda yang salah satu atau kedua kaki menopang
seluruh berat badan dan cenderung bersifat pasif

#Ditinjau dari bobotnya, Kuda-kuda dibagi menjadi :
1. Kuda-kuda Depan
Yakni kuda-kuda dengan sikap salah satu kaki berada di depan sedangkan kaki
lainnya di belakang dan berat badan ditopang oleh kaki depan. Posisi kedua
telapak kaki membentuk sudut + 30 derajat.
Kuda-kuda depan dibagi menjadi dua yaitu kuda-kuda depan lurus dan kuda-kuda
depan serong

2. Kuda-kuda Belakang
Yakni kuda-kuda dengan sikap salah salah kaki berada di depan, sedangkan kaki
lainnya berada di belakang dan berat badan sepenuhnya ditopang oleh kaki
belakang. Posisi telapak kaki depan lurus dan telapak kaki belakang membentuk
sudut + 60 derajat.

3. Kuda-kuda Tengah
Yakni kuda-kuda dengan sikap kedua kaki melebar sejajar dengan bahu dan berat
badan ditopang secara merata oleh kedua kaki, dapat juga dilakukan dengan posisi
serong. Posisi kedua telapak kaki serong membentuk sudut + 30 derajat.

4. Kuda-kuda Samping
Yakni kuda-kuda dengan posisi kedua kaki melebar sejajar dengan tubuh dan berat
badan ditopang oleh salah satu kaki yang menekuk. Posisi ke dua telapak kaki
sejajar membentuk sudut + 30 derajat.

B. SIKAP PASANG
Sikap Pasang merupakan kombinasi sikap kaki dan sikap tangan dengan kuda-kuda maupun tanpa kuda-kuda yang selalu disertai dengan kesiagaan mental dan indera secara total.
Sikap pasang dibagi menjadi dua yaitu :
1. Sikap Pasang Terbuka, yakni sikap pasang dengan sikap tangan dan lengan yang
tidak melindungi tubuh.
2. Sikap Pasang Tertutup, yakni sikap pasang dengan sikap tangan dan lengan yang
melindungi tubuh.

#Berikut beberapa contoh pengembangan dari sikap pasang :
a. Sikap Pasang Satu
Yakni sikap pasang dengan kuda-kuda memakai tengah belakang. Berat badan di
tengah, posisi kaki depan dan belakang sejajar (sikap pasang tertutup). Posisi ke
dua telapak tangan terbuka.
b. Sikap Pasang Dua
Yakni sikap pasang dengan kuda-kuda tengah serong (sikap pasang tertutup), dengan
satu tangan mengepal).
c. Sikap Pasang Tiga
Yakni sikap pasang dengan kuda-kuda samping (sikap pasang tertutup), posisi
tangan kanan lurus ke belakang atas, tangan kiri bersilang di depan dada, atau
sebaliknya. Posisi kedua telapak tangan terbuka menghadap ke atas.
d. Sikap Pasang Empat
Yakni sikap pasang dengan kuda-kuda depan, posisi telapak tangan depan mengepal,
telapak tangan yang lainnya terbuka silang di dada.
e. Sikap Pasang Lima
Yakni sikap pasang dengan kuda-kuda tengah seliwa, posisi telapak tangan mengepal
menghadap ke atas dan telapak tangan yang lainnya terbuka silang di depan dada.
f. Sikap Pasang Enam
Yakni sikap pasang dengan kuda-kuda tengah disertai kedua telapak tangan terbuka
silang di depan dada.
g. Sikap Pasang tujuh
Yakni sikap pasang yang terbuka dimana salah satu kaki disilangkan di belakang
kaki lainnya dan pandangan mata searah dengan kaki yang disilang. Posisi ke dua
telapak tangan terbuka menghadap ke atas.
h. Sikap Pasang Delapan
Yakni sikap pasang yang salah satu kaki disilangkan ke depan kaki lainnya, kedua
belah tangan di depan dada dengan telapak tangan terbuka.
i. Sikap Pasang Sembilan
Yakni sikap pasang dengan kuda-kuda belakang. Posisi telapak tangan depan terbuka
dan telapak tangan belakang mengepal.
j. Sikap Pasang Sepuluh
Yakni sikap pasang berdiri satu kaki terbuka dengan sikap tangan seliwa, posisi
salah satu telapak tangannya mengepal dan telapak tangan lainnya terbuka silang
di depan dada.
k. Sikap Pasang Sebelas
Yakni sikap pasang dengan satu lutut bertumpu pada lantai dengan kaki lainnya
ditekuk tegak lurus, sedangkan posisi telapak tangannya terbuka menghadap ke
depan dan telapak tangan lainnya menghadap ke atas.
l. Sikap Pasang Dua Belas
Yakni sikap pasang dengan posisi bersila (sempok) dengan posisi kedua telapak
tangan terbuka menghadap ke atas.

C. LANGKAH
#Ditinjau dari arahnya langkah dibagi menjadi :
1. Langkah Lurus
a. Langkah lurus depan kiri
b. Langkah lurus depan kanan
c. Langkah lurus mundur kiri
d. Langkah lurus mundur kanan
2. Langkah Samping
a. Langkah samping kiri
b. Langkah samping kanan
3. Langkah Serong
a. Langkah serong depan kiri
b. Langkah serong depan kanan
c. Langkah serong belakang kiri
d. Langkah serong belakang kanan
4. Langkah Silang
a. Langkah silang depan kiri
b. Langkah silang depan kanan
5. Langkah Pilin
a. Langkah silang belakang kiri (pilin)
b. Langkah silang belakang kanan (pilin)
6. Langkah Putar
a. Langkah berputar kanan
b. Langkah berputar kiri

#Ditinjau dari tekniknya terbagi menjadi :
1. Langkah Angkatan
Angkatan, salah satu teknik untuk mendekati atau menghindari serangan dengan cara mengangkat/ memindahkan salah satu kaki ke segala arah.

2. Langkah Geser
Geser, salah satu teknik gerak langkah untuk mendekati sasaran atau menghindari serangan dengan cara menggeserkan telapak kaki ke segala arah.

3. Langkah Seser
Seser, salah satu teknik gerakan langkah mendekati lawan dengan cara menyeret telapak kaki yang dilakukan dengan kaki kanan/kiri di depan atau bergantian.

4. Langkah Lompat
Lompat, salah satu teknik gerak langkah untuk mendekati sasaran atau menghindari serangan dengan cara melompat (kedua kaki berpindah) ke segala arah.

Baca Selengkapnya......

Teknik Dasar Permainan Sepak Bola (1)

Author: Gudang Tips Dan Ilmu Pengetahuan // Category:

Untuk bermain bola dengan baik pemain dibekali dengan teknik dasar yang baik. Pemain yang memiliki teknik dasar yang baik maka akan cenderung dapat bermain sepakbola dengan baik pula. Beberapa teknik dasar yang perlu dimiliki pemain sepakbola adalah Menendang ( kicking ), Menghentikan atau Mengontrol ( stopping ), Menggiring ( dribbling ), Menyundul ( heading ), Merampas ( tackling ), Lemparan Kedalam ( throw – in ) dan Menjaga Gawang ( Goal Keeping ).

1. Menendang ( kicking )
Menendang bola merupakan salah satu teknik dalam permainan sepakbola yang paling dominan. Tujuan utama menendang bola adalah untuk mengumpan ( passing ), dan menembak ke arah gawang ( shootig at the goal ). Dilihat dari perkenaan bagian kaki ke bola, menendang dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu Menendang dengan kaki bagian dalam, Menendang dengan kaki bagian luar, dan menendang dengan punggung kaki.

A. Menendang dengan kaki bagian dalam.
Pada umumnya teknik ini digunakan untuk mengumpan jarak pendek. Analisis geraknya adalah sebagai berikut :
@ Badan menghadap sasaran di belakang bola.
@ Kaki tumpu berada di samping bola kurang lebih 15 cm, ujung kaki
menghadap sasaran, lutut sedikit ditekuk.
@ kaki tendang ditarik kebelakang, dan kemudian ayunkan ke depan.
@ setelah terjadi benturan dilanjutkan dengan Follow throw, ( gerakan
lanjutan ).

B. Menendang dengan kaki bagian luar
Pada umumnya teknik menendang dengan kaki bagian luar digunakan untuk mengumpan jarak pendek. Analisis geraknya sebagai berikut :
@ Posisi badan di belakang bola, kaki tumpu di belakang bola kira-kira 25 cm,
ujung kaki menghadap ke sasaran, dan lutut sedikit ditekuk.
@ kaki tendang berada di belakang bola, dengan ujung kaki menghadap ke dalam.
@ kaki tending ditarik kebelakang dan ayunkan kedepan.
@ Perkenaan bola tepat di punggung kaki bagian luar, dan tepat pada tengah –
tengah bola.
@ Gerakan lanjutannya yaitu kaki tendang diangkat serong kurang lebih 45 derajat
menghadap sasaran.

C. Menendang dengan punggung kaki
Pada umumnya menendang dengan punggung kaki digunakan untuk menembak ke gawang atau shooting. Analisis gerakanya sebagai berikut :
@ Badan di belakang bola sedikit condong kedepan, kaki tumpu diletakkan di
samping bola dengan ujung kaki menghadap ke sasaran, kaki sedikit ditekuk.
@ Kaki tending berada di belakang bola dengan punggung kaki menghadap
ke depan / sasaran.
@ Kaki tendang ditarik ke belakang dan ayunkan ke depan hingga mengenai bola.
@ Perkenaan kaki pada bola tepat pada punggung kaki penuh dan tepat
pada tengah – tengah bola.
@ Gerakan lanjutannya yaitu kaki tendang diarahkan dan diangkat ke arah sasaran.

2. Menghentikan Bola ( Control / Stopping )
Menghentikan bola merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan sepakbola. Tujuan menghentikan bola adalah untuk mengontrol bola, termasuk di dalamnya adalah untuk mengatur tempo permainan, mengalihkan laju permainan, dan memudahkan untuk passing. Analisis gerakanya sebagai berikut :
@ Posisi badan segaris dengan datangnya bola.
@ Kaki tumpu mengarah pada bola dengan lutut sedikit ditekuk.
@ Kaki penghenti diangkat sedikit dengan permukaan bagian dalam kaki
dijulurkan ke depan segaris dengan datangnya bola.
@ Bola menyentuh kaki persis dibagian kaki atau badan yang akan digunakan untuk
mengontrol.
@ Kaki penghenti mengikuti arah datangnya bola.
Untuk teknik menghentikan bola masih terdapat banyak cara yang dapat dilakukan diantaranya yaitu menggunakan Kaki Bagian luar, Kaki Bagian Dalam, Punggung kaki, Paha, Dada, serta Kepala apabila memungkinkan.

3. Menggiring Bola
Pada dasarnya menggiring bola adalah menendang terputus – putus atau pelan, oleh karenanya bagian kaki yang dipergunakan dalam menggiring bola sama dengan bagian kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Menggiring bola bertujuan antara lain untuk memasuki daerah lawan, melewati lawan, dan menghambat atau mengatur irama permainan. Di bawah ini akan di jelaskan mengenai posisi tubuh saat menggiring bola :
@ Posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi menendang bola.
@ Kaki yang digunakan untuk menggiring bola tidak ditarik ke belakang cukup hanya
dengan diayunkan pelan ke depan.
@ Diupayakan setiap melangkah, secara teratur bola disentuh / didorong bergulir
ke depan atau arah yang dituju.
@ Bola bergulir harus selalu dekat dengan kaki agar bola tetap dapat dikuasai
@ Pada waktu menggiring bolak edua lutut sedikit ditekuk untuk mempermudah
penguasaan bola.
@ Pada saat kaki menyentuh bola, pandangan ke arah bola dan selanjutnya melihat
situasi ke lapangan.

Kode Etik Dalam Permainan Sepakbola
1. Datanglah sebelum pertandingan dimulai.
2. Ikutilah peraturan-peraturan dengan baik.
3. Berilah salam kepada lawan dan wasit sebelum dan sesudah pertandingan.
4. Janganlah mengeluarkan kata-kata yang ksar atau kotor baikkepada lawan maupun
kepada wasit.
5. Janganlah bermain kasar sehingga dapat mencelakakan orang lain.
6. Mintalah maaf bila berbuat salah.

Pengetahuan tambahan tentang permainan Sepak Bola
1. Ukuran Lapangan
- Panjang Lapangan : 100-110 meter
- Lebar Lapangan : 64-78 meter
- Jari-jari lingkaran tengah : 9,15 meter
- Titik penalty : 11 meter
- Tinggi gawang : 2,44 meter
- Panjang gawang : 7,32 meter

2. Jumlah Pemain
Permainan ini dimainkan oleh dua regu, masing-masing regu terdiri dari 11 orang pemain dan salah seorang diantaranya menjadi penjaga gawang.

3. Perlengkapan Pemain
Barang-barang yang dianggap membahayakan pemain lainnya, tidak diizinkan untuk dipakai. Jika seorang pemain diketahui memakai sesuatu barang yang menurut pendapat wasit akan membuat luka pemain lainnya, wasit berhak untuk melarangnya.

4. Lamanya Permainan
Lamanya waktu permainan terbagi dalam dua babak yang sama dan masing-masing babak selama 45 menit. Ditambah dengan istirahat selama 15 menit diantara dua babak tersebut. Apabila pada 2X45 menit skor masih imbang, maka diadakan perpanjangan waktu 2X15 menit, dan jika dalam perpanjangan waktu skor masih tetap imbang maka diadakan adu tendangan penalty.

Sejarah Sepakbola

Tidak jelas darimana asal mula permainan sepakbola ini, tetapi permainan sepakbola ini sebelumnya sangat populer di negeri Inggris sampai ke pelosok-pelosok daerahnya.
Menurut sejarah, pada waktu orang-orang Jerman menduduki negara Inggris, laskarya menemukan tengkorak-tengkorak lalu ditendang-tendang untuk permainan. Permainan ini makin lama makin digemari dan mengganti tengkorak itu dengan bola. Di Inggris permainan menendang bola ini semakin berkembang hingga diadakan pertandingan antara kampung dengan kampung yang lain di tempat-tempat yang kosong dengan pohon-pohon sebagai gawangnya.
Berhubung negara Inggris sebagai negara yang bangsanya sangat menggemari permainan sepakbola, telah diakui bangsa Inggris lah yang pertama kali mendirikan perserikatan persepakbolaan dengan nama “Football Association” pada tahun 1863.
Tahun 1921 sampai dengan tahun 1951, Tuan Julius Rimet menjadi ketua Federation International Football Association (FIFA) dan menetapkan setiap 4 tahun sekali diadakan kejuaraan sepakbola seluruh dunia. Sejak tahun 1949 piala kejuaraannya bernama “Julius Rimet Cup” yang sekarang telah diganti namanya dengan “World Cup”.
Di Negara Indonesia , pendiri Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) ialah Ir. Suratin Sosrosugondo (alm).

Baca Selengkapnya......

Teknik Dasar Bola Voli (1)

Author: Gudang Tips Dan Ilmu Pengetahuan // Category:

Secara umum, teknik dalam permainan bola voli ada 2 macam, yaitu :
1. Teknik Tanpa Bola.
a. Sikap Siap.
Berdiri dengan kaki yang satu didepan kaki yang lain, kedua kaki terbuka selebar
bahu, kedua lutut ditekuk sampai membentuk sudut 135º, kedua tangan ditekuk
sedikit diletakkan rileks didepan tubuh, badan dicondongkan kedepan sampai tumit
terangkat.
b. Pengambilan posisi yang tepat & benar.
c. Langkah kaki gerak kedepan, kebelakang, kesamping kiri & kesamping kanan.
d. Langkah kaki untuk awalan Smash dan awalan Block.
e. Bergulir kesamping & bergulir kebelakang.
f. Gerak meluncur.
g. Gerak tipuan

2. Teknik Dengan Bola
Untuk teknik dengan bola melliputi berbagai macam teknik dasar antara lain servis, passing, smash, dan blocking serta beberapa teknik penunjang lainnya.

2.a Servis (untuk menyajikan bola pertama).
Macam-macam service antara lain :
1. Underhand Service (Servis Bawah)
Pemain berdiri menghadap net , kaki kiri didepan kaki kanan, lengan kiri dijulurkan kedepan dan memegang bola (ini untuk pemain tangan kanan, bagi pemain tangan kiri sebaliknya).
Bola dilempar rendah ke atas, berat badan bertumpu pada kaki belakang, lengan ditarik ke belakang dan kemudian diayunkan ke depan untuk memukul bola. Bersamaan dengan itu, berat badan dipindahkan ke kaki sebelah depan. Gerakan terakhir adalah memindahkan kaki yang di belakang ke depan.
Servis bisa dilakukan dengan telapak tangan terbuka atau tertutup dan pergelangan tangan.
Jenis² Underhand Service
a. Back Spin Underhand Serve : Bola hasil servis berputar ke belakang.
b. Top Spin (Cutting) Underhand Serve: Bola hasil servis berputar ke atas.
c. Inside Spin Underhand Serve : Bola hasil servis berputar ke dalam.
d. Outside Spin Underhand Serve : Bola hasil servis berputar ke luar.

2. Overhead Service (Servis Atas)
Pemain berdiri dengan kaki kiri berada lebih ke depan dan kedua lutut agak ditekuk. Tangan kiri dan kanan bersama² memegang bola, tangan kiri menyangga bola sedangkan yang kanan memegang bagian atas bola.
Bola dilambungkan dengan tangan kiri ke atas sampai ketinggian ± 1m di atas kepala di depan bahu. kemudian tangan kanan segera ditarik ke belakang atas kepala dengan telapak menghadap ke depan, berat badan dipindahkan ke kaki sebelah belakang.
Setelah tangan berada di belakang atas kepala dan bola berada sejangkauan tangan pemukul, maka bola segera dipukul dengan telapak tangan, lengan harus tetap lurus dan seluruh tubuh ikut bergerak agar menghasilkan servis yang keras.
Bola dipukul dan diarahkan dengan gerakan pergelangan tangan, berat badan dipindahkan ke kaki sebelah depan. Gerakan lengan terus dilanjutkan sampai melewati bagian depan badan.
Jenis² Overhead Service
a. Top Spin Overhead Serve : Bola hasil servis berputar ke atas.
b. Inside Spin Overhead Serve : Bola hasil servis berputar ke dalam.
c. Outside Spin Overhead Serve : Bola hasil servis berputar ke luar.
d. Drive Overhead Serve : Bola hasil servis berputar ke atas.

3. Floating Service (Servis Samping)
a. Frontal Floating Service : Bola mengapung ke kiri & ke kanan.
Bola dipegang setinggi kepala, lengan hampir lurus. Lengan yang memukul ada dalam
posisi lurus atau ditekuk sedikit, ditarik ke belakang sebelum melempar bola.
Bola dilempar rendah, bagian atas tubuh tidak bergerak, pergelangan tangan harus
tetap kaku. Bagian tengah bola dipukul dengan bagian bawah telapak tangan atau
dengan tangan digenggam. Bola dipukul disebelah depan tubuh pemain.
b. Side Floating Service : Bola mengapung ke arah vertikal.
Pemain berdiri dengan kedua kaki menghadap sisi lapangan. Bola dipegang dengan
lengan menjulur kira² setinggi kepala. Lengan pemukul diayun ke belakang agak
ke samping. Berat badan ditempatkan di kaki belakang, dengan kedua lutut ditekuk
sedikit.
Lengan diangkat dengan gerakan melingkar, bola dilempar rendah. Lengan
dijulurkan dan bagian tengah badan bola dipukul dengan tangan tergenggam, sewaktu
bola itu melambung tinggi didepan tubuh pemain. Bagian tubuh berputar sedemikian
rupa sampai menghadap net, berat badan dipindahkan kekaki sebelah depan.
Kontak dengan bola singkat sekali, lengan dan tangan yang digunakan memukul
berhenti sebentar sesudah mengadakan kontak dengan bola, kemudian gerakan
diteruskan sedemikian rupa sehingga lengan terayun kebawah melewati kaki yang
satunya.

4. Jump Service (Servis Lompat)
Jump Service merupakan salah satu senjata ampuh untuk mengacaukan serangan kombinasi lawan, sebuah tim memerlukan minimal 2 s/d 3 orang jump server yang dapat mengacaukan irama permainan lawan.
Keuntungan menggunakan jump serve adalah :
o Dapat menjatuhkan mental lawan
o Mempersulit lawan untuk membangun serangan
o Memudahkan blocker untuk melakukan bendungan
o Memudahkan kerja defender

Teknik Jump Serve :
o Awalan ±4 langkah, hal ini untuk mendapatkan power yang cukup.
o Lompat pada langkah ke 4 diluar garis belakang dan jatuh didalam lapangan.
o Lemparan tidak dari belakang tetapi dari samping badan agar dapat terlihat dan
mudah mengontrol putaran bola kedepan.
o Ayunan tangan sama seperti melakukan Spike Bola Tinggi (Open Spike).
o Step ketiga baru bola dilempar keatas, setelah melakukan step sekali lagi, server
meloncat dan memukul bola.
o Gerakan harus harmonis dan berkesinambungan dan konsisten seperti gerakan spike,
tidak terpatah².

Cara Melatih
o Untuk control spike, latihan diberikan mulai 3m atau di garis serang, bola
dilempar sendiri dan spike. Setelah menguasai pada jarak 3 m, kemudian mundur dan
lakukan pada jarak 4m, lalu 5 m dan seterusnya. Hal ini dapat melatih akurasi
pukulan.
o Latihan dapat digabung dengan receive, agar terbiasa dengan penerimaan jump serve.
o Pemain harus tahu bahwa jarak pukulan lurus dengan pukulan menyilang berbeda
jaraknya ± 2m, sehingga gerakan lengan dan pergelangan tangan pada saat memukulpun
harus berbeda.
o Kontak pukulan pada bola dari jarak 3m berbeda dengan kontak pada bola pada garis
belakang, semakin kebelakang kontak makin dibawah bola.
o Pemukul tangan kanan sebaiknya melempar bola dengan tangan kanan.
o Latih pemain secara berpasangan untuk melempar bola tanpa awalan dan tanpa
lompatan dari garis belakang dan jatuhnya bola harus pada posisi yang sama didalam
lapangan.
o Konsentrasi dalam jump serve sangat diperlukan, berikan latihan dengan target 10
bola untuk setiap posisi dan lakukan 3 kali dalam 1 minggu.

2.b Passing (operan)
A. Passing Bawah
Pass bawah berguna untuk menahan smash lawan, melakukan operan kepada teman dan memberikan umpan. Cara melakukan pass bawah adalah berdiri menghadap arah datangnya bola, lutut sedikit ditekuk, berat badan bertumpu pada kedua kaki, kedua lengan berada di depan badan dan di bawah bahu, salah satu telapak tangan mengepal telapak yang lainnya. kedua lengan hampir rapat mulai ujung sampai siku. Saat bola datang lengan ditarik ke bawah, kemudian ayunkan ke depan hingga mengenai bola. Perkenaan bola yakni di pergelangan tangan.
Jenis² Pass Bawah antara lain :
1. Pass Bawah dengan dua Tangan
2. Pass Bawah dengan Satu Tangan
3. Pass Bawah Bergulir Ke samping
4. Pass Bawah Setengah Bergulir Ke belakang
5. Pass Bawah Meluncur Ke depan

B. Passing Atas
Passing atas lebih efektif digunaakn untuk passing dan memberikan umpan daripada passing bawah. Namun passing atas tidak efektif digunakan untuk menahan smash lawan.
Pada dasarnya pass atas adalah menangkap bola di atas kepala, disentuhkan ke kening dan lontarkan kembali ke atas. Tetapi karena proses gerakan tersebut dilakukan dengan sangat cepat, maka bola terlihat seperti hanya dipantulkan.
Cara melakukan passing atas adalah berdiri menghadap arah datangnya bola, kedua lutut sedikit ditekuk, berat badan bertumpu pada kedua kaki. Tangan berada di atas depan kepala dengan posisi telapak terbuka penuh, jari-jari saling berhadapan (misalnya ibu jari tangan kanan berhadapan dengan ibu jari tangan kiri). Saat bola datang, tarik lengan searah datangnya bola. Kemudian dorong bola ke atas atau ke arah yang akan dituju dengan menggunakan jari-jari dibantu lecutan pergelangan tangan hingga kedua lengan lurus. Perkenaan bola yakni di telapak tangan dan jari-jari.
Jenis² Pass Atas antara lain :
1. Pass Atas Normal
2. Pass Atas Setengah Bergulir Ke belakang
3. Pass Atas Bergulir Ke samping
4. Pass Atas Sambil Meloncat

2.c Umpan (Set Up).
Set up berguna untuk menyajikan bola umpan kepada teman agar dapat melakukan smash. Baik dan tidaknya smash, salah satunya tergantung pada umpan yang disajikan. Oleh karena itu, pengumpan (set upper) harus menguasai betul teknik melakukan set up. Alangkah baiknya jika juga dikembangkan dengan taktik dan strategi lainnya. Misalnya umpan yang bervariasi dan bergonta-ganti.
Cara melakukan set up atau umpan sama dengan cara melakukan passing. Namun untuk set up lebih diperuntukkan sebagai penyajian agar dilakukan smash. Jadi set up bisa dilakukan dengan teknik passing bawah dan passing atas. Sekali lagi, dalam set up yang lebih efektif adalah menggunakan passing atas karena lebih mudah untuk mengontrol arah bola.
Jenis² Umpan antara lain :
a. Umpan Normal/Open.
Bola segera diumpan ke atas dengan kekuatan dorongan lengan, jari dan pergelangan tangan serta ayunan kaki. Usahakan bola membentuk garis parabola ke atas net dengan ketinggian lebih dari 2m dari tepi atas net. Bola berada di antara smasher dan pengumpan sejajar net dengan jarak dari net ± 20cm – 50cm.
b. Umpan Semi.
Perkenaan bola tepat di atas dahi segaris dengan sumbu badan, dimana umpan dilakukan dengan gerak ke atas depan, ketinggian bola di atas tepi net antara di atas 1m s/d 2m. Penentuan kualitas parabola dan jalannya bola tergantung kekuatan jari, pergelangan tangan dan lengan. Timing pemberian umpan semi dilakukan bila smasher telah kelihatan bergerak maju awalan dengan jarak ± 1m dari pengumpan.
c. Umpan Straight/Kamboja.
Garis parabola bola antara 0.5m s/d 1.5m dari tepi atas net. Dorongan bola lebih dominan dibandingkan dengan gerak ke atas untuk garis parabola bola, Bola di atas net meluncur agak cepat dengan jarak 20cm – 50cm dari net, dimana akhir parabola bola terletak di atas garis samping lapangan. Begitu bola datang segera dipantulkan ke depan atas dengan cepat, setelah pengumpan melihat smasher telah berawalan merapat dengan net di luar garis samping lapangan. Timing pemberian umpan harus tepat, yaitu saat bola telah di depan atas kepala dan smasher telah siap mengambil awalan.
d. Umpan Quick / Full.
Teknik umpan ini memerlukan ketinggian bola 50cm s/d 1m dari tepi atas net. Timing permainan bola saat smasher telah melayang keatas di depan pengumpan siap untuk memukul bola, biasanya passing bola datang, tunggu sebentar sampai smasher meloncat untuk menunggu bola di atas net. Gerakan utama dalam umpan pendek ini adalah kekuatan jari dan pergelangan pengumpan, perkenaan tangan terhadap bola sama dengan pelaksanaan umpan semi. Arah umpan parabol vertical disebut quick A, sedangkan parabol straight disebut quick B.

2. Umpan Ke belakang
Pengumpan menempatkan posisi badan dibawah bola, badan agak dicondongkan kebelakang sedikit. Gerak jari & pergelangan tangan lebih aktif, terutama ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah, lengan segaris dengan kecondongan badan bagian atas saat pelaksanaan umpan. Pandangan kebelakang sedikit untuk melihat jalannya bola kearah belakang. Jenis umpan kebelakang sama dengan umpan ke depan.

2.d SMASH (berguna untuk serangan dan mematikan lawan).
Proses melakukan smash dapat dibagi menjadi : Awalan, Tolakan, Meloncat, Memukul Bola dan Mendarat
o Awalan
Berdiri dengan salah satu kaki dibelakang sesuai dengan kebiasaan individu (tergantung smasher normal atau smasher kidal). Langkahkan kaki satu langkah kedepan (pemain yang baik, dapat mengambil ancang² sebanyak 2 sampai 4 langkah), kedua lengan mulai bergerak kebelakang, berat badan berangsur² merendah untuk membantu tolakan.
o Tolakan
Langkahkan kaki selanjutnya, hingga kedua telapak kaki hampir sejajar dan salah satu kaki agak kedepan sedikit untuk mengerem gerak kedepan dan sebagai persiapan meloncat kearah vertical. Ayunkan kedua lengan kebelakang atas sebatas kemampuan, kaki ditekuk sehingga lutut membuat sudut ±110º, badan siap untuk meloncat dengan berat badan lebih banyak bertumpu pada kaki yang didepan.
o Meloncat
Mulailah meloncat dengan tumit & jari kaki menghentak lantai dan mengayunkan kedua lengan kedepan atas saat kedua kaki mendorong naik keatas. Telapak kaki, pergelangan tangan, pinggul dan batang tubuh digerakkan serasi merupakan rangkaian gerak yang sempurna. Gerakan eksplosif dan loncatan vertikal.
o Memukul Bola
Jarak bola didepan atas sejangkauan lengan pemukul, segera lecutkan lengan kebelakang kepala dan dengan cepat lecutkan kedepan sejangkauan lengan terpanjang dan tertinggi terhadap bola. Pukul bola secepat dan setinggi mungkin, perkenaan bola dengan telapak tangan tepat diatas tengah bola bagian atas. Pergelangan tangan aktif menghentak kedepan dengan telapak tangan & jari menutup bola. Setelah perkenaan bola lengan pemukul membuat gerakan lanjutan kearah garis tengah badan dengan diikuti gerak tubuh membungkuk. Gerak lecutan lengan, telapak tangan, badan, tangan yang tidak memukul dan kaki harus harmonis dan eksplosif untuk menjaga keseimbangan saat berada diudara. Pukulan yang benar akan menghasilkan bola keras & cepat turun kelantai.
o Mendarat
Mendarat dengan kedua kaki mengeper. Lutut lentur saat mendarat untuk meredam perkenaan kaki dengan lantai, mendarat dengan jari² kaki (telapak kaki bagian depan) dan sikap badan condong kedepan. Usahakan tempat mendarat kedua kaki hampir sama dengan tempat saat meloncat.

Jenis² Smash.
1. Open Smash
Pemukul melakukan gerak awalan setelah bola lepas dari tangan pengumpan, bola dipukul di puncak loncatan dan jangkauan lengan yang tertinggi.
2. Smash Semi
Setelah bola dipassing ke pengumpan, pemukul harus mulai bergerak perlahan ke depan dengan langkah tetap menuju ke arah pengumpan. Begitu pengumpan telah menyajikan bola umpan dengan ketinggian 1m di tepi atas net, maka secepatnya pemukul meloncat ke atas dan memukul bola. Di sini kecepatan gerak pemukul harus lebih cepat daripada smash Open
3. Quick Smash
Begitu melihat bola dipassing ke pengumpan, maka pemukul melakukan awalan secepat mungkin, dengan langkah yang panjang. Timing meloncat sebelum bola diumpan dengan jarak satu jangkauan lengan pemukul terhadap bola yang akan diumpan. Pemukul melayang dengan tangan siap memukul, pengumpan menyajikan bola tepat di depan tangan pemukul. Lakukan pukulan dengan secepat²nya, gerakan pergelangan tangan yang cepat sangat baik hasilnya. Loncatan smasher vertikal, jagalah keseimbangan badan pada saat melayang.
4. Straight Smash
Smasher sebelum melakukan gerakan awalan, terlebih dahulu bergerak ke arah luar lapangan mendekati tiang net, smasher melakukan awalan bergerak arah paralel dengan jaring. Begitu bola sampai di batas tepi jaring dengan ketinggian optimal bola, segeralah melompat dan langsung memukul secepatnya. Proses menjalankan teknik ini lebih cepat dibandingkan smash semi.
5. Drive Smash
Smash ini biasanya digunakan oleh pemain untuk bola jauh dari net, saat meloncat smasher agak dekat di bawah bola, berbeda dengan saat meloncat pada smash normal. Bola yang akan dismash terletak di atas kanan bahu lengan pemukul. Gerak lecutan tangan dari depan atas badan diputar ke arah yang berlawanan dengan arah jarum jam, telapak tangan membentuk cekungan seperti sendok. Cambukan keras, perkenaan bola di bagian belakang ke arah bagian muka dengan telapak tangan, aktifkan gerakan pergelangan tangan. Gerakan cambukan harus dibantu oleh otot² perut, samping dan bahu. Akibat cambukan tersebut, kurve jalan bola akan panjang dan putaran bola menjauhi net, bola bergerak dengan cepat dan tajam.
6. Dummy Smash
Pemain melakukan gerakan sama dengan pada waktu hendak melakukan smash, tetapi pada waktu kontak dengan bola, bola tidak dipukul melainkan disentuh saja dengan jari tangan. Lengan pemukul tetap bergerak dan dengan gerakan jari pemukul mengarahkan bola ketempat yang tidak terjaga di tempat lawan. Bola dapat dilambungkan pendek atau panjang tergantung pada situasi.
7. Smash Bola 3 Meter
Smash ini adalah serangan yang dilakukan dari belakang garis serang, pemukul yang berfungsi sebagai pemain belakang pada saat tolakan tidak boleh menginjak atau melewati garis serang, tetapi pada saat mendarat boleh saja jatuh di dalam garis serang.
8. Smash Kijang
Biasanya umpan bola back, pemukul melakukan langkah panjang dan naik dengan tolakan loncatan menggunakan satu kaki, pemukul tangan kanan menolak dengan kaki kiri.
9. Double Step Smash
Smash dengan menggunakan gerak tipu, disini pemukul melakukan dua kali gerakan untuk melakukan tolakan meloncat. Tolakan pertama hanya berupa tipuan untuk mengecoh block, baru pada tolakan kedua pemukul meloncat dan melakukan serangan.
10. Step L Smash
Smash ini hampir sama dengan smash normal, tetapi gerakan awalannya berbeda. Pemukul melangkah ke depan, kemudian melakukan langkah ke samping sebelum tolakan, baru kemudian melompat naik untuk melakukan smash.

2.e BLOCK (bermanfaat untuk menahan smash lawan di net).
Untuk melakukan block yang baik, pemain harus dapat memperkirakan jatuhnya bola, atau dapat meramalkan kemana kira² lawan akan memukul bola.
Proses melakukan bendungan dapat dibagi menjadi : Awalan, Melompat, Kontak dengan Bola & Mendarat.
Cara melakukan block adalah sebagai berikut :
Pemain berdiri dengan kedua kaki sejajar dan kaki ditekuk sedikit, kedua tangan didepan dada, telapak kedua tangan menghadap net dan jari² dikembangkan lebar². Sebagai awalan lutut ditekuk lebih dalam, posisi badan sedikit condong kedepan kemudian diteruskan dengan tolakan keatas dengan kedua kaki secara eksplosif serta mengayunkan kedua lengan lurus keatas secara bersamaan dan jari membuka agar kedua tangan merupakan suatu bidang yang luas.
Pada saat melayang diudara dan ketika bola dipukul oleh lawan, segeralah tangan dihadapkan kearah datangnya bola dan berusaha menguasai bola itu. Pada saat perkenaan tangan dengan bola, pergelangan tangan digerakkan secara aktif agar tangan dapat menekan bola dari arah atas depan kebawah secara tepat. Jari² kedua tangan pada saat perkenaan ditegangkan agar tangan dan jari cukup kuat untuk menerima tekanan bola yang keras. Saat perkenaan yang baik adalah saat sebelum bola dipukul, tangan blocker sudah benar² dapat mengurung bola tersebut.
Setelah kontak dengan bola pemain mendarat kembali dengan tumpuan kedua kaki dan lentur.

Jenis² Block
1. Block Bola Open
Blocker bergerak mendekati lawan yang akan melakukan spike, posisi tangan berada didepan dada. Blocker melompat setelah spiker lawan melakukan lompatan, sebelum melompat posisi badan direndahkan dengan menekuk lutut sehingga membentuk sudut ± 100º, kemudian blocker melompat setinggi mungkin dengan arah lompatan vertical.
2. Block Bola Semi
Blocker bergerak mendekati lawan yang akan melakukan spike, posisi kedua tangan dinaikkan berada diatas depan kepala. Blocker tetap melompat setelah spiker lawan melakukan lompatan, sebelum melompat posisi badan direndahkan dengan menekuk lutut sehingga membentuk sudut ± 110º, kemudian blocker melompat setinggi mungkin dengan arah lompatan vertical.
3. Block Bola Quick
Blocker bergerak mendekati lawan yang akan melakukan spike, posisi kedua tangan diluruskan. Blocker melompat bersamaan dengan spiker lawan, sebelum melompat posisi badan direndahkan dengan menekuk lutut tidak terlalu dalam (sudut lutut ± 135º), kemudian blocker melompat setinggi mungkin dengan arah lompatan vertical.

Yang perlu mendapat perhatian dari seorang blocker adalah :
o Perhatikan gaya pasing receiver lawan, kemana bola itu diarahkan
o Perhatikan terus jalannya bola dan perhatikan pula gaya pengumpan lawan terutama
mata dan gerakaannya, jangan bergerak sebelum bola lepas dari tangan pengumpan..
o Lihat body language spiker lawan, kearah mana spiker itu bergerak.
o Posisi tangan atau jari waktu bergerak tidak boleh berada dibawah pinggang, agar
gerak tangan cepat mencapai titik block.
o Side step (Block 2 step) dilakukan untuk block jarak dekat, sedangkan Cross step
(Block 3 step) digunakan untuk block jarak yang cukup jauh.
o Blocker harus dilatih dengan melompat beberapa kali disatu tempat, agar mempunyai
reaksi yang baik, bergerak secara cepat dan pandai membaca gerak.

Baca Selengkapnya......

Teknik Dasar Permainan Bola Basket

Author: Gudang Tips Dan Ilmu Pengetahuan // Category:

Untuk menjadi pemain yang baik perlu menguasai fundamental (dasar-dasar teknik, taktik dan strategi) dari permainan bola basket ini. Dengan menguasai petunjuk serta mengenal lebih baik dasar-dasar permainan dan peraturan permainan yang berlaku di dunia internasional, diharapkan mutu permainan yang kita sajikan akan bertambah baik dan makin maju.
Teknik dasar permainan bola basket terdiri dari beberapa macam cara :
Cara melempar dan menangkap bola
Macam-macam operan dengan dua tangan :
1. The two hand chest pass : operan / tolakan dada
2. The over head pass : operan atas kepala
3. The bounce pass : operan pantulan
4. The under hand pass : operan ayunan bawah
Macam-macam operan dengan satu tangan :
1. The side arm pass/the base ball pass : operan samping
2. The lop pass : operan lambung
3. The back pass : operan gaetan (belakang)
4. The jump hand pass : operan lompat

1. Operan Dada
Lemparan atau operan ini merupakan lemparan yang sangat banyak dilakukan dalam permainan bola basket. Lemparan ini sangat bermanfaat untuk operan jarak pendek dengan nilai kecepatan dan kecermatan yang akurat serta kawan penerima bola tidak dijaga dengan dekat. Jarak lemparan ini antara 5 sampai 7 meter.
Lemparan samping
Lemparan samping berguna untuk operan jarak sedang dan jarak kira-kira antara 8 sampai 20 meter, bisa dilakukan untuk serangan kilat.
Lemparan di atas kepala dengan dua tangan
Operan ini biasanya digunakan oleh pemain-pemain jangkung, untuk menggerakkan bola di atas sehingga melampui daya raih lawan. Operan ini juga sangat berguna untuk operan cepat, bila pengoper itu sebelumnya menerima bola di atas kepala.
Lemparan bawah dengan dua dua tangan
Lemparan atau operan ini sangat baik dilakukan untuk operan jarak dekat terutama sekali bila lawan melakukan penjagaan satu lawan satu.
Lemparan kaitan
Operan kaitan sebaiknya diajarkan setelah lemparan-lemparan yang lain dikuasai. Operan ini digunakan untuk dapat melindungi bola dan mengatasi jangkauan lawan terutama sekali bagi lemparan yang lebih pendek dari panjangnya. Ciri lemparan ini : bola dilemparkan di samping kanan/kiri, terletak di atas telinga kiri/kanan dan penerima ada di kiri kanan pelempar. Di samping operan-operan tersebut di atas, masih ada lagi macam-macam operan yang pada hakekatnya adalah merupakan kombinasi dari operan tersebut di atas.
Menangkap
Menangkap bola dapat dilakukan dengan satu tangan atau dengan dua tangan, baik dalam keadaan berhenti , berjalan maupun dalam keadaan berlari.
Cara memantul-mantulkan bola
Dribbling atau memantul-mantulkan bola (membawa bola) dapat dilakukan dengan sikap berhenti, berjalan atau berlari. Pelaksanaannya dapat dikerjakan dengan tangan kanan atau tangan kiri, seperti :
1. Dribble rendah
2. Dribble tinggi
3. Dribble lambat
4. Dribble cepat
Cara memasukkan bola atau menembak (shooting)
Bila dilihat dari posisi badannya terhadap papan maka dapat dibedakan :
1. Menghadap papan (facing shoot)
2. Membelakngi papan (back up shoot)
Sedang cara pelaksanaannya dapat dilakukan dengan sikap berhenti, memutar, melompat dan berlari.
3. Menghadap papan dengan sikap berhenti :
a. tembakan dua tangan dari dada (two handed set shoot)
b. tembakan dua tangan dari atas kepala (two handed over head set shoot)
c. tembakan satu tangan (one hand set shoot)
d. tembakan satu tangan dari atas kepala (one hand over head shoot)
4. Menghadap papan dengan sikap melompat
a. tembakan lompat dengan dua tangan dari atas kepala (two hand overhead jump shoot)
b. tembakan lompat dengan satulengan (one hand shoot)
5. Menghadap papan dengan sikap lari
a. tembakan lari menyentuh/memantul papan dengan tangan kanan atau kiri (righ/left hand lay-up shoot).
b. Tembakan lari menyentuk papan dengan dua tangan dari bawah (teo hand under hand lay-up shoot)
c. Tembakan lari menyentuh papan dengan dua tangan bawah (two hand over head lay-up shoot)
d. Tembakan lari menyentuh papan dengan satu tangan bawah (one hand under hand lay-up shoot)
6. Membelakangi papan dengan sikap berhenti
a. tembakan memutar lurus di bawah keranjang (straight turn shoot under basket)
b. tembakan melangkah di bawah keranjang (step bawah shoot under basket)
c. tembakan gaetan (the hock shoot)
d. tembakan ayunan di bawah keranjang dengan kedua tangan (two hand under hand sweep shoot)
e. tembakan ayunan di bawah keranjang dengan satu tangan (one hand under hand sweep shoot)

7. Membelakangi papan dengan sikap melompat
a. tembakan melompat di bawah keranjang (up and under shoot)
b. tembakan melompat memutar dengan kedua tangan (one hand jump twist shoot)
c. tembakan melompat memutar dengan satu tangan (one hand jump twist shoot)
Cara berputar (Pivot)
Memutar badan dengan salah satu kaki menjadi as/poros putaran (setelah kita menerima bola).
a. pivot kemudian dribble (membawa bola)
b. pivot kemudianpassing (melempar bola)
c. pivot kemudian shooting (menembakan bola)
Olah kaki atau gerakan kaki (foot work)
Yang dimaksud dengan olah kaki atau gerakan kaki ialah :
Keterampilan penguasaan gerak kaki di dalam hal :
a. dapat melakukan start dengan cepat dan berhenti dengan segera tanpa kehilangan keseimbangan
b. cepat mengubah arahgerak baik dalam pertahanan maupun dalam penyerangan.
Menggiring bola dapat dibagi dua :
a. menggiring bola tinggi, gunannya untuk memperoleh posisi mendekati basket lawan.
b. Menggiring bola rendah, gunanya untuk menyusup dan mengacaukan pertahanan lawan, dan menggiring bola dalam menghadapi lawan.

Baca Selengkapnya......